Komisi B DPRD Kota Malang Tinjau BBIB Singosari, Soroti Ketahanan Pangan dan Pengembangan Peternakan
Singosari, 18 September 2026 — Komisi B DPRD Kota Malang melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Jumat (18/9/2026), untuk memperoleh gambaran langsung mengenai optimalisasi pembibitan sapi dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan populasi ternak. Kunjungan dipimpin Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, H. Bayu Rekso Aji, A.Md., bersama anggota Komisi B dan diterima jajaran BBIB Singosari. Agenda ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Komisi B di bidang perekonomian. Komposisi Komisi B dan posisi Bayu sebagai ketua juga tercantum pada laman resmi DPRD Kota Malang.
Dalam pertemuan tersebut, rombongan mendapat penjelasan mengenai kondisi BBIB Singosari, kebutuhan masyarakat terhadap semen beku, serta berbagai upaya yang dilakukan untuk menjaga ketersediaan produk dan layanan peternakan. Pembahasan juga menyoroti potensi pengembangan usaha peternakan, termasuk sapi perah dan hilirisasi produk, agar manfaat yang dihasilkan tidak hanya berhenti pada penyediaan genetik unggul, tetapi juga dapat mendorong nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
H. Bayu Rekso Aji menyampaikan bahwa kunjungan dilakukan untuk memahami kondisi riil di lapangan, termasuk tantangan dan peluang yang dihadapi dalam mendukung penguatan sektor peternakan. Melalui pemahaman langsung terhadap proses produksi, fasilitas, dan layanan, DPRD diharapkan memperoleh perspektif yang lebih utuh mengenai peran teknologi reproduksi dan pembibitan dalam mendukung ketahanan pangan.
Selama kunjungan, rombongan meninjau kandang pejantan unggulan BBIB Singosari, melihat koleksi berbagai rumpun pejantan, serta menyaksikan proses penampungan semen. Rombongan juga mengunjungi kompleks kandang sapi perah untuk melihat lebih dekat pengembangan peternakan sapi perah dan potensi hilirisasi produknya.
Kepala BBIB Singosari, Dr. drh. Akbar, M.P., menjelaskan bahwa BBIB Singosari terus berupaya memenuhi kebutuhan semen beku masyarakat sekaligus mengembangkan berbagai unit usaha dan layanan pendukung. Pengembangan sapi perah, pengolahan hasil, serta pemanfaatan aset menjadi bagian dari strategi memperluas manfaat layanan bagi peternak dan masyarakat.
Bagi masyarakat, penguatan pembibitan dan layanan reproduksi ternak memiliki dampak langsung terhadap peningkatan populasi, mutu genetik, produktivitas, dan efisiensi usaha peternakan. Sementara itu, pengembangan sapi perah dan hilirisasi produk membuka peluang peningkatan ketersediaan pangan bergizi sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi dari sektor peternakan.
Kunjungan ini diharapkan memperkuat pemahaman dan sinergi antarlembaga dalam mendorong pengembangan peternakan yang lebih produktif, modern,