Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang di Chat Bot BBIB Singosari, silakan bertanya...
Logo

DJPb Jatim Tinjau BBIB Singosari, Dorong Inovasi Layanan dan Produksi Susu

23/09/2026 16:08:00 Aldy 11

Singosari, 23 September 2026 — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jawa Timur melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi ke Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Selasa (23/9/2026). Kunjungan dipimpin Wahidin, Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) I Kanwil DJPb Jawa Timur, untuk melihat pengelolaan keuangan BLU sekaligus pemanfaatannya dalam mendukung peningkatan layanan kepada masyarakat

Dalam kunjungan tersebut, tim DJPb Jawa Timur menelaah informasi terkait penggunaan saldo awal kas BLU dan meninjau langsung implementasinya di lapangan. Wahidin menyampaikan bahwa berdasarkan data dan kondisi yang diperiksa, pemanfaatan saldo tersebut telah dilakukan sesuai ketentuan dan diarahkan untuk mendukung kegiatan produktif, termasuk pengembangan usaha sapi perah dan peningkatan produksi susu.

Menurut Wahidin, pengembangan sapi perah memiliki nilai strategis di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap sumber nutrisi. Selain itu, layanan inseminasi buatan yang menjadi tugas utama BBIB Singosari juga dinilai berperan dalam mendukung peningkatan populasi dan produktivitas ternak, tidak hanya di Jawa Timur tetapi juga secara nasional.

“Penggunaan saldo awal kas yang kami lihat sudah sesuai ketentuan. Salah satunya dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan sapi perah. Ini sangat baik karena dapat berkontribusi terhadap peningkatan produksi susu, sekaligus mendukung pengembangan ternak melalui inseminasi buatan,” ujar Wahidin.

Kepala BBIB Singosari, Dr. drh. Akbar, M.P., menyampaikan bahwa dukungan dan evaluasi dari DJPb Jawa Timur menjadi bagian penting dalam menjaga tata kelola BLU sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih produktif. “Kami terus berupaya agar pengelolaan BLU tidak hanya tertib secara administrasi, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah. Setiap pengembangan diarahkan untuk memperkuat layanan kepada peternak dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Wahidin juga mendorong BBIB Singosari untuk terus berinovasi, baik dalam pelayanan inseminasi buatan maupun pengembangan unit usaha peternakan. Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap produk pangan asal ternak akan terus meningkat sehingga kapasitas produksi dan kualitas layanan perlu diperkuat secara berkelanjutan.

BBIB Singosari terus mengembangkan layanan tidak hanya pada produksi dan distribusi semen beku, tetapi juga melalui pengembangan sapi perah dan berbagai layanan pendukung. Pemanfaatan sumber daya BLU secara produktif diharapkan dapat memperkuat kemandirian layanan sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan produksi ternak, ketersediaan susu, dan ketahanan pangan.

Melalui monitoring dan evaluasi ini, BBIB Singosari diharapkan semakin konsisten menjaga tata kelola keuangan yang sesuai ketentuan sekaligus terus menghadirkan inovasi yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh peternak dan masyarakat.(*)