Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatuX https://ditjenpkh2.pertanian.go.id/
Logo

Memperkuat Ketahanan Pangan Dunia: BBIB Singosari Siapkan Dua Program Strategis Kerja Sama Pembangunan Internasional di Afrika

23/07/2026 08:41:00 Aldy 5

Benua Afrika kembali menjadi panggung kiprah BBIB Singosari di kancah kerja sama pembangunan internasional. Dua program strategis telah disiapkan untuk menjawab tantangan ketahanan pangan global, satu menyapa tiga negara sekaligus pada tahun  2026, satu lagi menanam benih transformasi jangka panjang di Senegal pada tahun 2027.

 2026: Menyalakan Semangat Reproduksi Ternak di Tiga Negara Afrika

Tahun 2026 menjadi kelanjutan dari perjalanan panjang BBIB Singosari untuk memperkuat kontribusinya di Afrika, melalui program Penguatan Program Manajemen Reproduksi Ternak untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Negara-Negara Afrika, di bawah payung besar AIDA (Artificial Insemination Development and Advancement) yang telah bergulir sejak 2024. Dua agenda capacity building kembali digelar untuk mencetak agen perubahan di sektor peternakan yaitu Bimbingan Teknis Manajemen Reproduksi Ternak untuk membekali petugas negara mitra dengan kemampuan mengelola reproduksi ternak secara menyeluruh dan berkelanjutan dan Training of Trainers (ToT) Inseminasi Buatan sebagai upaya untuk mencetak instruktur lokal yang akan terus menularkan keterampilan IB kepada calon petugas baru di Afrika sehingga menciptakan multiplier effect yang berkelanjutan.

Sebanyak 36 peserta dari Nigeria, Ethiopia, dan Zimbabwe akan mengikuti kedua agenda ini, dengan dukungan anggaran dari Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI). Hal ini akan menjadi investasi pengetahuan yang diharapkan berbuah panjang bagi pembangunan peternakan global dan memperkokoh peran Indonesia sebagai mitra pembangunan yang dipercaya negara-negara Afrika.

2027: Menanam Benih Transformasi Peternakan di Senegal

Melangkah lebih jauh ke 2027, BBIB Singosari tengah merajut mimpi besar bersama Senegal melalui Program Pengembangan Peternakan Terintegrasi Teknologi Inseminasi Buatan dan Transfer Embrio, yang akan berlangsung selama tiga tahun dari 2027 hingga 2029. Pada tahun pertama, fokus program diarahkan pada penguatan sistem peternakan sebagai fondasi bagi penerapan teknologi inseminasi buatan (IB) dan transfer embrio (TE) di tahun-tahun berikutnya.

Yang membuatnya lebih istimewa adalah program ini menjadi pilot project kerja sama pembangunan internasional yang mempertemukan dua kekuatan balai perbibitan nasional yaitu BBIB Singosari dan Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang, dalam satu kolaborasi lintas keahlian.

Lebih dari sekadar transfer teknologi, program ini diharapkan membawa manfaat strategis bagi Indonesia: memperkuat posisi Indonesia sebagai rujukan global teknologi reproduksi ternak, membuka peluang ekspor produk peternakan, sekaligus menjadi instrumen soft diplomacy. dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara Afrika.(*)