BBIB Singosari Perkuat SDM Inseminator untuk Dorong Produktivitas Peternakan Daerah
Singosari, 23 Juni 2026 — Balai Besar Inseminasi Buatan atau BBIB Singosari resmi menutup kegiatan Bimbingan Teknis Inseminator Angkatan IV Tahun 2026 pada Selasa, 23 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak 3 hingga 23 Juni 2026 ini diikuti oleh 34 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Penutupan bimtek tersebut dihadiri oleh Kepala Bagian Umum BBIB Singosari, Aris Bachtiar, S.Pt., M.M.; Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Malaka, Metildes Seran, S.Pt., M.AP. beserta tim dari dinas; Tim Pendamping Pembangunan Bidang Peternakan Kabupaten Malaka; serta seluruh peserta Bimtek Inseminator Angkatan IV Tahun 2026.
Selama kurang lebih tiga minggu, para peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik mengenai pelaksanaan inseminasi buatan. Tidak hanya belajar di kelas, peserta juga mengikuti praktik lapangan di Kabupaten Jember untuk merasakan langsung dinamika pelayanan reproduksi ternak di tingkat peternak.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami aspek teknis inseminasi buatan, tetapi juga mampu menerapkannya secara tepat di lapangan. Peningkatan kompetensi inseminator menjadi salah satu kunci penting dalam memperluas akses peternak terhadap layanan IB yang berkualitas, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas ternak di daerah.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Malaka, Metildes Seran, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BBIB Singosari atas kesempatan yang diberikan kepada peserta dari daerahnya untuk belajar dan meningkatkan kapasitas di bidang inseminasi buatan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada BBIB Singosari atas kesempatan khusus bagi anak-anak kami untuk belajar di sini. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat nyata bagi peternak. Melalui inseminasi buatan, kita ingin menghadirkan ternak-ternak unggul, sapi yang lebih baik performanya, dan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Malaka telah menyiapkan semen beku atau straw untuk segera diaplikasikan setelah peserta kembali ke daerah. Dengan demikian, hasil bimtek ini diharapkan dapat langsung ditindaklanjuti di lapangan.
“Kami sudah menyiapkan straw untuk langsung dieksekusi. Harapannya, pada tahun depan kita bisa melaksanakan panen pedet hasil inseminasi buatan dari BBIB Singosari. Kerja sama ini juga kami harapkan terus berlanjut, termasuk pada tahapan peningkatan kapasitas berikutnya seperti PKB dan ATR,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum BBIB Singosari, Aris Bachtiar, S.Pt., M.M., menyampaikan bahwa bimtek ini merupakan bagian dari komitmen BBIB Singosari dalam mendukung penguatan sumber daya manusia teknis peternakan di berbagai daerah.
“Ilmu yang diperoleh selama mengikuti bimtek ini kami harapkan dapat diterapkan langsung di masyarakat dan memberi manfaat nyata bagi peternak di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Aris juga menegaskan bahwa BBIB Singosari akan terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelatihan, baik dari sisi materi, metode pembelajaran, pendampingan, maupun sarana dan prasarana.
“Kritik, saran, dan pesan dari peserta menjadi perhatian kami. Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, termasuk sarana dan prasarana, agar pelaksanaan bimtek ke depan semakin baik,” jelasnya.
Kesan mendalam turut disampaikan oleh peserta. Jois Sofia Penu, S.Pt., peserta dari Kabupaten Malaka, mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga selama mengikuti bimtek di BBIB Singosari.
“Setelah belajar di BBIB Singosari, kami dapat mempraktikkan langsung ilmu yang kami peroleh di lapangan. Selama praktik lapangan di Kabupaten Jember, kami menerapkannya langsung kepada peternak. Kami sangat berkesan dengan berbagai dinamika selama di sini. Terima kasih karena sudah mendidik kami, memberikan banyak ilmu, serta membimbing kami dengan sabar hingga berhasil mencapai target praktik,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Adi Saputra, peserta dari Kabupaten Tabalong. Menurutnya, pengalaman selama tiga minggu mengikuti bimtek menjadi bekal penting untuk kembali melayani peternak di daerah.
“Terima kasih kepada BBIB Singosari dan seluruh teman-teman yang sudah bersama-sama selama tiga minggu ini. Pengalaman ini sangat berkesan, baik selama pembelajaran maupun selama praktik lapangan di Kabupaten Jember,” ucapnya.
Pelaksanaan Bimtek Inseminator Angkatan IV Tahun 2026 menjadi salah satu langkah nyata BBIB Singosari dalam memperkuat layanan reproduksi ternak di daerah. Dengan bertambahnya inseminator yang kompeten, pelayanan inseminasi buatan di tingkat peternak diharapkan menjadi lebih tepat, cepat, dan berkualitas.
Lebih jauh, peningkatan kapasitas SDM teknis peternakan memiliki dampak penting bagi pembangunan peternakan daerah. Inseminator yang terampil berperan langsung dalam membantu meningkatkan keberhasilan kebuntingan, memperluas pemanfaatan genetik unggul, serta mendukung lahirnya ternak-ternak berkualitas yang bernilai ekonomi lebih baik bagi peternak.
Melalui bimtek ini, BBIB Singosari berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di daerah masing-masing. Kehadiran inseminator yang siap bekerja di lapangan diharapkan mampu memperkuat layanan peternakan, meningkatkan produktivitas ternak, serta mendorong kesejahteraan peternak secara berkelanjutan.