BBIB Singosari Perkuat Pengawalan Proyek Sapi Perah Bone Bersama Kejagung
Singosari, 13 Agustus 2026 — Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari memperkuat koordinasi dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia dalam mengawal pembangunan peternakan sapi perah terintegrasi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Koordinasi dilakukan bersama Alamsyah, S.H., M.H., Kasubdit IV.B pada Direktorat IV Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Dr. drh. Nuryani Zainuddin, M.Si., serta Kepala BBIB Singosari Dr. drh. Akbar, M.P., di BBIB Singosari, Kamis (13/8/2026). Nuryani saat ini menjabat Sekretaris Ditjen PKH.
Koordinasi tersebut diarahkan untuk memperkuat mitigasi risiko sejak tahap awal pembangunan sehingga proyek strategis dapat berjalan tepat waktu, efektif, dan sesuai ketentuan. Alamsyah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada Kejaksaan Agung untuk turut mengawal pelaksanaan program.
“Terima kasih kepada Kepala Balai atas kepercayaan yang kembali diberikan. Menjadi kebanggaan bagi kami untuk bisa ikut mengawal. Kami memerlukan informasi yang lengkap agar berbagai risiko yang berpotensi muncul dapat dimitigasi sejak awal,” ujar Alamsyah.
Kepala BBIB Singosari, Dr. drh. Akbar, M.P., menegaskan pengawalan diperlukan pada seluruh tahapan, mulai dari persiapan, pengadaan, pembangunan hingga pemanfaatan sarana. “Kami memerlukan pengawalan agar seluruh proses proyek dapat berjalan lancar dan sesuai aturan di setiap tahapan,” kata Akbar.
Sekretaris Ditjen PKH Dr. drh. Nuryani Zainuddin, M.Si. menyampaikan bahwa pengembangan sapi perah di Bone merupakan inisiatif untuk memperkuat pasokan susu di kawasan Indonesia Timur melalui pembangunan sistem peternakan yang terintegrasi. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan produksi susu dalam negeri sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Pengembangan sapi perah di Bone juga sejalan dengan Program Percepatan Peningkatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN) yang dijalankan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan populasi dan produktivitas ternak serta memperkuat produksi susu nasional. Pemerintah menempatkan peningkatan produksi susu sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat ketahanan pangan dan gizi, termasuk mendukung kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis.
Kabupaten Bone dipersiapkan menjadi salah satu pusat pertumbuhan sapi perah baru di Indonesia Timur sekaligus model pengembangan peternakan sapi perah terintegrasi di luar Pulau Jawa. Dalam kolaborasi pembangunan tersebut, BBIB Singosari mendapat peran antara lain dalam pembangunan kandang modern dan penyediaan alat mesin peternakan, sementara pengembangan kawasan juga melibatkan Polbangtan Gowa dan BBPTU-HPT Baturraden.
Kawasan tersebut dirancang tidak hanya sebagai lokasi pemeliharaan sapi, tetapi membangun rantai produksi dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan pakan, pemeliharaan dan kesehatan ternak hingga pengolahan hasil susu. Model ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi pengembangan peternakan sapi perah di wilayah lain dengan karakter lingkungan yang berbeda dari sentra sapi perah di Pulau Jawa.
Melalui koordinasi dengan Kejaksaan Agung, BBIB Singosari berharap pembangunan dapat dilaksanakan dengan tata kelola yang baik, risiko dapat diidentifikasi lebih dini, serta setiap tahapan berjalan sesuai aturan. Pengawalan tersebut menjadi penting agar investasi negara benar-benar bermuara pada peningkatan produksi susu, tersedianya sumber pangan bergizi, dan tumbuhnya ekosistem peternakan sapi perah baru di kawasan timur Indonesia.