Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang di Chat Bot BBIB Singosari, silakan bertanya...
Logo

Optimalisasi Aset Jadi Kunci Kinerja Eksponensial BBIB Singosari

12/08/2026 17:13:00 Aldy 8

Surabaya, 12 Agustus 2026 — Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari membagikan praktik baik pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dalam kegiatan Sharing Knowledge Success Story Pemanfaatan Aset Negara yang diselenggarakan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) bekerja sama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Jawa Timur di Surabaya, Rabu (12/8/2026). BBIB Singosari diundang sebagai narasumber karena dinilai berhasil mengimplementasikan skema optimalisasi pemanfaatan aset sebagai Badan Layanan Umum (BLU).

Kepala BBIB Singosari, Dr. drh. Akbar, M.P., memaparkan bahwa optimalisasi aset menjadi salah satu kunci dalam mendorong peningkatan kinerja secara eksponensial. Aset negara tidak hanya dikelola sebagai bagian dari pencatatan administrasi, tetapi diarahkan menjadi aset produktif yang mampu memberikan nilai tambah, meningkatkan kualitas layanan, serta membuka sumber pendapatan baru bagi BLU. Pendekatan ini berangkat dari masih adanya gedung, lahan, fasilitas, dan potensi ekonomi yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal.

Transformasi dilakukan melalui pemetaan dan identifikasi potensi aset, pembentukan unit usaha, diversifikasi produk dan jasa, hingga implementasi pemanfaatan aset sesuai tugas dan fungsi organisasi. Dari proses tersebut, BBIB Singosari mengembangkan sejumlah layanan dan unit usaha seperti eduwisata, kafe dan restoran, hotel atau guest house, agribisnis, sapi perah, kambing, produksi susu, serta pemanfaatan lahan dan limbah ternak.

Optimalisasi aset juga diperkuat melalui berbagai pola kolaborasi, mulai dari pemanfaatan aset dan fasilitas, kerja sama operasional dengan pihak swasta, riset dan penelitian terapan bersama perguruan tinggi, pengembangan sumber daya manusia melalui bimbingan teknis dan sertifikasi kompetensi, hingga kemitraan strategis dan internasional. Seluruh strategi tersebut diarahkan agar aset negara tetap mendukung fungsi pelayanan sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Hasilnya terlihat dari pertumbuhan pendapatan yang berasal dari optimalisasi aset. Pendapatan aset BBIB Singosari tercatat sekitar Rp353 juta pada 2023, meningkat menjadi Rp1,27 miliar pada 2024, Rp2,43 miliar pada 2025, dan hingga 31 Juli 2026 telah mencapai sekitar Rp3,40 miliar.

Diversifikasi usaha juga semakin memberikan kontribusi terhadap kinerja BBIB Singosari. Pada 2026, Kafe Arjuno dan Resto menjadi salah satu penyumbang terbesar dari unit usaha, disusul layanan uji kompetensi dan sertifikasi, sapi perah, BBIB Suites, layanan masyarakat, serta penjualan anakan kambing. Sementara itu, penjualan semen beku tetap menjadi layanan utama, dengan total pendapatan dari berbagai lini pelayanan hingga Juli 2026 mencapai sekitar Rp18,46 miliar.

Bagi BBIB Singosari, optimalisasi aset bukan semata-mata mengejar peningkatan pendapatan, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat layanan publik, menciptakan efisiensi, membuka ruang inovasi, serta membangun ekosistem usaha yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Melalui forum tersebut, pengalaman BBIB Singosari diharapkan dapat menjadi referensi bagi satuan kerja kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah dalam mengelola aset negara secara lebih produktif. LMAN sendiri mendorong agar praktik baik pemanfaatan aset dapat direplikasi sehingga BMN tidak hanya tercatat dan terpelihara, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)