Kontrak Ditandatangani, Proyek Sapi Perah Terintegrasi Bone Masuki Tahap Konstruksi
Bone, Sulawesi Selatan — Pengembangan peternakan sapi perah terintegrasi di Kabupaten Bone memasuki tahap penting setelah proses penandatanganan kontrak pekerjaan konstruksi rampung. Tahapan tersebut menandai dimulainya pembangunan fisik kawasan yang akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, sekaligus mempercepat hadirnya pusat produksi sapi perah baru yang diharapkan memperkuat ketersediaan susu bagi masyarakat di wilayah Indonesia Timur.
Proyek ini dikembangkan sebagai pilot project peternakan sapi perah terintegrasi di luar Pulau Jawa. Kawasan yang sebelumnya telah dipersiapkan di atas lahan sekitar 2,8 hektare tersebut dirancang memiliki kandang berkapasitas hingga 600 ekor sapi perah, dilengkapi sarana pengolahan pakan dan fasilitas pengolahan susu. Dengan konsep terintegrasi dari hulu hingga hilir, pembangunan tidak hanya berorientasi pada peningkatan populasi sapi perah, tetapi juga pada terciptanya rantai produksi susu yang lebih efisien dan berkelanjutan.
BBIB Singosari terus melakukan pengawalan selama proses pembangunan. Tim akan memastikan pelaksanaan konstruksi sesuai dengan perencanaan dan kebutuhan teknis peternakan sehingga fasilitas yang dibangun nantinya dapat berfungsi optimal ketika mulai digunakan.
Kepala BBIB Singosari, Dr. drh. Akbar, M.P., menegaskan bahwa pengawalan menjadi penting karena kualitas pembangunan pada tahap awal akan menentukan keberhasilan operasional peternakan dalam jangka panjang. Kesesuaian kandang, fasilitas pendukung, alur pemeliharaan ternak hingga sistem produksi harus dipastikan sejak proses konstruksi agar investasi yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Bagi masyarakat, pembangunan kawasan ini diharapkan memberikan dampak yang lebih luas daripada sekadar bertambahnya fasilitas peternakan. Ketika beroperasi, peternakan sapi perah terintegrasi di Bone berpotensi memperkuat pasokan susu lokal, mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, serta membuka aktivitas ekonomi baru melalui penyediaan pakan, pemeliharaan ternak, pengolahan susu, tenaga kerja, hingga berbagai usaha pendukung di sekitar kawasan.
Keberadaan proyek ini juga strategis untuk membangun model pengembangan sapi perah pada wilayah dengan karakteristik berbeda dari sentra sapi perah di Pulau Jawa. Pengalaman dari Bone nantinya dapat menjadi pembelajaran bagi pengembangan sentra sapi perah baru di wilayah lain sekaligus mendukung Program Percepatan Peningkatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN) dan penguatan produksi susu dalam negeri.
Dengan dimulainya tahap konstruksi, pengembangan sapi perah terintegrasi Bone kini bergerak dari tahap perencanaan menuju pembangunan nyata. BBIB Singosari bersama seluruh pihak terkait akan terus mengawal proses tersebut agar kawasan dapat dibangun tepat fungsi, sesuai standar, dan pada akhirnya menghadirkan sumber pangan bergizi sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi peternakan baru bagi masyarakat Sulawesi Selatan dan Indonesia Timur.