skip to Main Content
Semen Beku Tahap 2 Untuk SIKOMANDAN Mulai Distribusi

Semen Beku Tahap 2 Untuk SIKOMANDAN Mulai Distribusi

Jumat, 13 Juli 2020. Sebagai upaya mensukseskan Program SIKOMANDAN (Sapi Kerbau Komoditas Andalan) juga sebagai tindak lanjut dari kontrak pengadaan semen beku antara Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, yang dilakukan pada tanggal 24 Juni 2020 lalu, BBIB Singosari mulai melakukan distribusi semen bekunya. Di Minggu pertama bulan Juli ini BBIB Singosari telah mendistribusikan 195.385 dosis semen Beku untuk Jawa Timur, 13.800 dosis untuk Rembang, dan 4.500 dosis untuk Jambi . Pada tahap selanjutnya daerah-daerah lain akan mendapatkan distribusi semen beku dari BBIB Singosari sesuai kontrak.

Upaya peningkatan populasi sapi dan kerbau lokal melalui SIKOMANDAN merupakan salah satu bagian komitmen pemerintah untuk mengurangi dominasi impor daging sapi dan kerbau di Indonesia. Upaya peningkatan populasi sapi dan kerbau melalui optimalisasi program inseminasi buatan yang dilakukan secara massal mulai tahun 2017 (UPSUS SIWAB/Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) sampai dengan sekarang SIKOMANDAN.

SIKOMANDAN dijalankan dengan melalui kegiatan Optimalisasi Reproduksi. Melalui kegiatan Optimalisasi Reproduksi ini diharapkan dapat memperbaiki sistem pelayanan peternakan kepada masyarakat, perbaikan manajemen reproduksi dan produksi ternak. Pelaksanaan Optimalisasi Reproduksi ini dilakukan secara terintegrasi mulai dari pendistribusian semen beku dan Nitrogen cair, penanggulangan gangguan reproduksi, penyelamatan betina produktif, penguatan pakan serta peningkatan SDM melalui pelatihan Inseminasi Buatan (IB), Pemeriksaan Kebuntingan (PKb), dan Asisten Teknis Reproduksi (ATR).

Selain memberi dukungan melalui produksi dan distribusi semen beku ke Seluruh Indonesia, BBIB Singosari dalam Program SIKOMANDAN juga menjadi koordinator pendamping di kabupaten  Keerom, Provinsi Papua. Provinsi Papua memiliki potensi alam yang luar biasa juga sumber pakan yang melimpah. Setelah menunjukkan perkembangan pedet yang bagus beberapa saat yang lalu beberapa pedet hasil IB menggunakan semen beku BBIB Singosari kembali lahir. Kali ini yang lahir adalah pedet hasil IB dari pejantan King Max dan SG Rain.

Dengan Program SIKOMANDAN ini diharapkan semakin banyak pedet yang lahir dan tumbuh dengan baik di berbagai wilayah di Indonesia, terjaga kualitas pakan dan kesehatan, SDM peternakan semakin baik, sehingga visi Indonesia swasembada daging di tahun 2026 bisa terwujud.

Back To Top