skip to Main Content
Penyakit Pinkeye Pada Sapi

Penyakit Pinkeye Pada Sapi

Oleh: drh Yayuk Kholifah

Fungsional:  (Medik Veteriner Pertama)

Sapi adalah hewan yang rentan terhadap beberapa penyakit mata baik karena adanya luka maupun masuknya kuman penyakit. Perawatan luka atau penyakit mata pada sapi sebaiknya dilakukan dengan cepat sehingga kebutaan pada sapi dapat dihindari. Salah satu penyakit mata yang sering diderita ternak sapi adalah penyakit Pinkeye.

Penyakit pinkeye pada sapi bisa menyebabkan kerugian bagi peternak karena dapat menyebabkan penurunan berat badan, kerugian biaya pengobatan serta turunnya harga sapi akibat penglihatan yang rusak atau kebutaan. Jika ternak mengalami penyakit ini, sebaiknya dilakukan pengobatan sesegera mungkin pada hewan yang sakit serta lakukan pencegahan agar sapi yang lain agar tidak tertular. Pinkeye diakibatkan oleh bakteri Moraxella bovis yang biasanya merusak kornea mata sapi. Adanya debu, lalat, virus, atau benda asing yang mengiritasi mata, akan menjadikan bakteri ini mudah menyerang mata. Lalat yang sering hinggap di muka (face flies) merupakan faktor pembawa dan agen penularan penyakit pinkeye pada suatu populasi ternak, khususnya pada cuaca hangat. Bakteri pinkeye mendapatkan akses masuk ke mata melalui luka pada kornea yang dibuat oleh lidah lalat tersebut. Lalat jenis ini melukai mata ternak agar mengeluarkan air mata, karena dengan cara tersebut lalat akan dapat meminum cairan mata yang kaya akan protein.

Stadium perkembangan penyakit pinkeye:

  1. Setelah terjadi iritasi, mata sapi kemudian akan menjadi berair dan lebih sering terpejam serta lebih sensitif terhadap cahaya. Sehari atau dua hari setelahnya akan nampak bercak putih kecil pada kornea mata.
  2. Selanjutnya kondisi akan menjadi semakin parah, bercak putih menjadi semakin membesar dan terjadi perlukaan.
  3. Perlukaan yang semakin dalam dan membesar pada mata akan mengakibatkan kornea menonjol akibat timbunan nanah.
  4. Mata bisa saja mengalami pecah akibat infeksi yang parah atau karena hewan yang buta menabrak sesuatu.
  5. Kasus pinkeye tak jarang meninggalkan luka kornea yang akan mengakibatkan kebutaan sebagaian atau kebutaan total pada mata sapi yang terinfeksi.
  6. Mata yang sakit kemungkinan bisa sembuh setelah beberapa minggu dengan meninggalkan bekas luka pada mata, namun pada kasus yang parah jika tidak ada penanganan, akan mengakibatkan kerusakan mata yang permanen.

Langkah pengobatan sebaiknya segera dilakukan sebab penyakit pinkeye pada stadium awal akan sangat gampang merespon pengobatan. Langkah yang bisa dilakukan antara lain dengan penggunaan antibiotik untuk melawan infeksi, menghindarkan mata dari cahaya matahari langsung, debu, lalat ataupun iritasi lain selama masa penyembuhan. Pengobatan topikal (langsung pada mata) seperti salep, tetes mata atau semprot harus diberikan dua kali sehari agar bisa efektif karena biasanya akan langsung hilang terbawa oleh air mata.

Jika anda mendapati ternak sapi yang terkena pinkeye, hal itu berarti kebersihan kandang harus lebih diperhatikan lagi sehingga lalay muka yang sering mengganggu ternak dapat segera diminimalisir. Kita juga bisa melakukan penyemprotan dengan obat-obatan pengusir lalat serta membuatkan perapian di sekitar kandang pad waktu-waktu tertentu untuk mengusir lalat muka / face flies. Dengan demikian, penularan penyakit pada ternak yang lain akan dapat segera dihindari.

 

Sumber bacaan:

H.S. Thomas and B. Black; 2009; Storey’s Guide to Raising Beef Cattle; Storey Publishing; Versa Press; United States

Gambar sumber : https://www.motherearthnews.com/homesteading-and-livestock/pink-eye-cattle-zbcz1308

H.S Thomas; 2009; The cattle health handbook; Storey Publishing; Versa Press; United States

This Post Has 3 Comments

Comments are closed.

Back To Top