skip to Main Content
Pedet Tumbuh Sehat Di Papua, Bukti Keberhasilan SIKOMANDAN

Pedet Tumbuh Sehat di Papua, Bukti Keberhasilan SIKOMANDAN

Pedet-pedet hasil IB di Desa Naramben, Kec. Skanto, Kab. Keerom, Prov Papua menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik setelah lahir pada pertengahan Mei lalu. Pedet tersebut merupakan hasil Inseminasi dengan menggunakan Semen Beku Pejantan Unggul Bluddy dan Agent  dari Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari. Perkembangan pedet di papua ini merupakan gambaran keberhasilan program IB di Papua.

Dengan perkembangan yang bagus dari pedet-pedet tersebut terbukti bahwa ketersediaan pakan dan kesehatan dari ternak sudah benar-benar terjaga. Provinsi Papua memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar berupa lahan dan sumber pakan yang cukup besar. Potensi ini sangat baik untuk dapat dimanfaatkan dalam pengembangan sub sektor peternakan, khususnya untuk pengembangan sapi potong dengan cara membuat kawasan pengembalaan ternak.

Bertambahnya jumlah pedet-pedet yang lahir menunjukkan progress keberhasilan dari Program SIKOMANDAN (Sapi Kerbau Komoditas Andalan), dimana tujuan utamanya adalah meningkatkan populasi sapi dan kerbau di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan nasional akan ketersediaan protein hewani. untuk mewujudkan peningkatan populasi tersebut maka salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penerapan teknologi Inseminasi Buatan (IB). Selain untuk meningkatkan populasi IB juga dimaksudkan sebagai upaya perbaikan mutu genetik ternak. Melalui kegiatan IB, penyebaran bibit unggul ternak dapat dilakukan dengan murah, mudah dan cepat, serta diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para peternak.

SIKOMANDAN dijalankan dengan melalui kegiatan Optimalisasi Reproduksi. Melalui kegiatan Optimalisasi Reproduksi ini diharapkan dapat memperbaiki sistem pelayanan peternakan kepada masyarakat, perbaikan manajemen reproduksi dan produksi ternak. Pelaksanaan Optimalisasi Reproduksi ini dilakukan secara terintegrasi mulai dari pendistribusian semen beku dan Nitrogen cair, penanggulangan gangguan reproduksi, penyelamatan betina produktif, penguatan pakan serta peningkatan SDM melalui pelatihan Inseminasi Buatan (IB), Pemeriksaan Kebuntingan (PKb), dan Asisten Teknis Reproduksi (ATR).

Dengan semakin bertambahnya populasi sapi si seluruh Indonesia melalui SIKOMANDAN maka kontribusi produksi daging lokal akan meningkat disertai dengan bertambahnya usaha di sektor peternakan khususnya sapi dan kerbau. Dengan demikian kita berharap mampu mewujudkan Swasembada Daging Sapi di tahun 2026.

Back To Top