skip to Main Content
MAKSIMALKAN EFEKTIFITAS PROGRAM SIKOMANDAN, BBIB SINGOSARI SUPERVISI MONITORING DAN EVALUASI DI SULSEL

MAKSIMALKAN EFEKTIFITAS PROGRAM SIKOMANDAN, BBIB SINGOSARI SUPERVISI MONITORING DAN EVALUASI DI SULSEL

BBIB Singosari mengadakan Supervisi, Monitoring dan Evaluasi dari pelaksanaan program Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas Andalan) di Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Tana Toraja. Monitoring dan evaluasi ini diadakan secara hybrid yaitu secara luring dan daring online via zoom meeting. Secara luring di Tana Toraja kegiatan ini dihadiri oleh Dinas Pertanian Tana Toraja, sedangkan beberapa daerah lain di luar Tana Toraja seperti Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Luwu, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Barru, dan Kota Pare-Pare, mengikuti secara online. Acara dibuka oleh Kepala BBIB Singosari, Dr. drh. Kresno Suharto, M.P. secara virtual.

Dalam kegiatan ini BBIB Singosari melihat bagaimana pelaksanaan program sikomandan, mulai dari target realisasi Inseminasi Buatan, realisasi pelaksanaan Pemeriksaan Kebuntingan, dan jumlah kelahiran pedet hasil IB. Selain itu BBIB Singosari juga mengevaluasi bersama berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, juga penyegaran pengetahuan petugas terkait Inseminasi Buatan dan Reproduksi ternak.

Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari merupakan Unit Pelaksana Teknis di bidang produksi Semen Beku dibawah koordinasi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Sebagai salah satu UPT yang dipercaya untuk menjalankan program Sikomandan BBIB Singosari tidak hanya memproduksi Semen Beku dan mendistribusikannya ke seluruh Indonesia saja, tetapi juga melakukan pendampingan monitoring dan evaluasi ke daerah seperti Sulawesi Selatan. Kegiatan monev ini penting untuk mendorong daerah-daerah yang realisasi Program Sikomandan, juga untuk melihat bagaimana kualitas semen beku setelah sampai ke daerah daerah.

Back To Top