skip to Main Content
Kelahiran Kembar Dengan Semen Beku Dari BBIB Singosari

Kelahiran kembar dengan semen beku dari BBIB Singosari

Dalam rangka meningkatkan populasi ternak sapi di Indonesia pemerintah telah melaksanakan program SIKOMANDAN (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri) dengan optimalisasi program inseminasi buatan pada sapi lokal secara masal. Program ini diharapkan akan membawa Indonesia ke arah “SWASEMBADA DAGING” di tahun 2045 nanti. Dalam mencapai “SWASEMBADA DAGING”, populasi ternak akan semakin cepat dinaikkan apabila terdapat kelahiran pedet kembar pada sapi-sapi yang diinseminasi buatan. Kelahiran sapi pedet kembar bagi banyak peternak merupakan berkah tersendiri. Karena dengan lahirnya pedet kembar, populasi sapi yang dimiliki akan semakin banyak sehingga keuntungan yang nantinya didapatkan juga akan bertambah.

Namun demikian, penelitian menyebutkan bahwa kejadian kelahiran pedet kembar secara alami pada sapi sangatlah rendah yakni kurang dari 4%. Bahkan menurut seorang peneliti di Balai Penelitian Ternak (Balitnak) di Ciawi, Bogor menyatakan sapi merupakan ternak uniporous yang rata-rata melahirkan seekor anak, sedangkan peluang seekor sapi untuk melahirkan pedet kembar hanya berkisar 1%.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi lahirnya pedet kembar antara lain:

  1. Genetik indukan
  2. Paritas
  3. Usia betina induknya
  4. Manajemen pemeliharaan
  5. Nutrisi pakan
  6. Tahun dan musim kawin

BBIB Singosari sebagai salah satu produsen terpercaya semen beku sapi di Indonesia juga turut serta dalam menyumbang angka kelahiran sapi kembar di Indonesia. Hal ini terbukti dari laporan kelahiran sapi kembar di Jawa Timur selama Tahun 2020. Laporan kelahiran pedet kembar di Jawa Timur mengindikasikan bahwa terdapat sebaran genetik kembar pada daerah tertentu di Jawa Timur seperti Tuban, Blitar dan Tulungagung.

Kejadian kelahiran kembar dari hasil IB menggunakan semen beku BBIB Singosari untuk tahun 2020 mencapai 135 kejadian dengan jumlah total pedet 270 ekor. Dari total pedet yang dihasilkan 126 ekor di antaranya adalah merupakan pedet jantan dan 144 ekor lainnya adalah pedet betina dari berbagai bangsa. Dari keseluruhan wilayah di provinsi Jawa Timur, kabupaten yang terbanyak menghasilkan pedet kembar adalah Kabupaten Tuban dengan jumlah 40 ekor pedet kembar dan Kabupaten Blitar dengan jumlah 32 ekor pedet.

Sumber bacaan:

Praharini, L., 2019. Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kelahiran Kembar dan Dampak Kelahiran Kembar pada Ternak Sapi. Balitnak Ciawi.

This Post Has One Comment
Back To Top